Pandowo Poyong

Dewi Gendari, ibu para Kurawa, sedih hatinya. Pasalnya, anaknya, Prabu Suyudana, gugur di medan perang akibat hantaman gada Bhimasena.

Dewi Gendari, ibu para Kurawa, sedih hatinya. Pasalnya, anaknya, Prabu Suyudana, gugur di medan perang akibat hantaman gada Bhimasena. Setelah mendengar kabar itu dari istrinya, Destarastra ingin menuntut balas ke Bhimasena.

Kematian Suyudana menandakan berakhirnya perang Bharata Yudha. Sesuai sesumbar Suyudana, siapa pun yang memenangkan pertarungan antara dirinya dan Bhimasena, berhak memiliki Kerajaan Hastina Pura. Maka, Prabu Puntadewa memboyong seluruh saudaranya ke Hastina Pura untuk meminta restu Destarastra.

Kemudian Destarastra memanggil para Pandawa satu per satu. Sewaktu Bhimasena akan maju menghadap, ia mendapatkan peringatan dari Prabu Kresna. Oleh karenanya, ia memberikan gadanya kepada Destarastra. Gada yang dikira tubuh Bhimasena itu diremas hingga hancur oleh Destarasta dengan menggunakan kesaktiannya. Setelah mengetahui bahwa yang ia remas adalah sebuah gada, Destarastra meminta maaf kepada Bhimasena atas keinginan membunuh dirinya.

Bhimasena pun mengusir Destarastra dan Dewi Gendari dari Hastina Pura.

Kemanakah Destrarastra dan Dewi Gendari pergi? Apa yang akan mereka alami akibat perbuatan dosa mereka?