Salyo Gugur

Narasoma (kelak Prabu Salya), setelah memperistri Dewi Pujowati, meminta Aji Canda Bhirawa kepada mertuanya, Begawan Bagaspati.

Narasoma (kelak Prabu Salya), setelah memperistri Dewi Pujowati, meminta Aji Canda Bhirawa kepda mertuanya, Begawan Bagaspati.

Tak lama setelah mewariskan ajian tersebut, Begawan Bagaspati meninggal dunia. Namun sebelum meninggal, ia berpesan kepada menantunya bahwa kelak di sebuah perang besar bernama Bharata Yudha, ia akan datang untuk menjemput Prabu Salya.

Bharata Yudha pun terjadi, perang antara Kurawa dan Pandawa yang memperebutkan tahta Hastina Pura. Prabu Salya, sebagai Senopati Kurawa, berhadapan dengan Putadewa, Senopati Pandawa.

Dalam sebuah pertempuran, Prabu Salya menggunakan Aji Canda Bhirawa bersamaan dengan munculnya arwah Begawan Bagaspati. Prabu Salya lalu teringat pesan terakhir Begawan Bagaspati. Dengan Jamus Kalimasada, dirinya pun gugur di medan perang. Arwah Prabu Salya dan Begawan Bagaspati pergi bersama menuju khayangan.