Abimanyu Karem

Berbagai masalah datang menghampiri hidup Raden Arjuna. Di hadapan Patih Surata dan Sucitra, ia memikirkan solusi atas kepergian Dewi Sembadra.

Berbagai masalah datang menghampiri hidup Raden Arjuna. Di hadapan Patih Surata dan Sucitra,
ia memikirkan solusi atas kepergian Dewi Sembadra, Larasati, serta hilangnya Pusaka Pasopati. Tiba-tiba,
datanglah Gatutkoco yang turut berkeluh kesah atas hilangnya Kutang Antrakusumo miliknya.

Belum selesai atas segala polemik tadi, tak lama kemudian Pertiwanggono datang dan secara
mengejutkan menantang perang Raden Arjuna. Mendengar perkataan tersebut, Gatutkoco pun marah
dan menendang Pertiwanggono. Saat itu, terjadilah pertempuran antara Arjuna dengan Pertiwanggono.

Dalam pertempuran tersebut, Pertiwanggono tewas. Melihat hal itu, Prabu Kresna kemudian datang dan
menghidupkan kembali Pertiwanggono serta meminjamkan Kembang Wijayakususma kepadanya.
Dengan perintah dari Prabu Kresna untuk melepas anak panahnya, anak dari Nagaraja itu pun dapat
kembali bertempur dengan Arjuna dan dapat mengalahkannya.

Dengan mengajak serta Srikandi yang tengah menggendong Abimanyu, Arjuna dan Gatutkoco melarikan
diri. Hingga tibalah mereka di suatu tepian sungai. Saat menyebrang sungai, Abimanyu hanyut terbawa
arus air. Gatutkoco pun bingung dan kewalahan mencarinya.

Selang waktu berlalu, Abimanyu rupanya ditemukan oleh para pencari ikan di sungai yang kemudian
membawanya ke Kerajaan Tasikmadu. Sesampainya di sana, Abimanyu diangkat menjadi anak oleh
Prabu Bodrokusumo. Kemudian datanglah Pertiwanggono yang kemudian memancing kemarahan
Bodrokusumo hingga memicu terjadinya perang.

Sayangnya, Bodrokusumo kalah. Tak disangka, dengan menggunakan Aji Asmoro Tontro, Arjuna pun
datang dan merubah wujud Prabu Bodrokusumo menjadi Dewi Sembrada.