Gatutkoco Rante

Arjuna telah memutuskan untuk menjodohkan sang putri Dewi Pergiwo dengan putra Bhima, yaitu Gatutkoco.

Arjuna telah memutuskan untuk menjodohkan sang putri Dewi Pergiwo dengan putra Bhima, yaitu
Gatutkoco. Sayangnya, mendadak Resi Durna, putra Resi Baratmadya dari Hargajembangan, meminta
pembatalan perjodohan tersebut. Tanpa alasan, Arjuna justru menyetujui hal tersebut dan
membatalkan pernikahan keduanya.

Kabar ini kemudian terdengar oleh Bhima. Ia lalu memarahi Gatutkoco yang kala itu sedang sakit. Tak
peduli dengan keadaan sang anak, Bhima justru kian mengahajar sang Kacanegara itu. Merasa gundah
gulana, Gatutkoco mencari jalan untuk bunuh diri.

Beruntungnya, hal tersebut diketahui oleh Prabu Kresna. Agar Gatutkoco melupakan niatnya untuk
mengakhiri hidup, Kresna pun lalu bercerita banyak hal kepada anak dari Dewi Arimbi itu. Tanpa berkata
apapun, Gatutkoco kemudian terbang menuju Taman Madukara.

Setibanya di sana, Gatutkoco bertemu Dewi Pergiwo. Keduanya pun melepas rindu dan memadu kasih.
Tiba-tiba, datanglah Lesmono yang berniat untuk membawa pergi sang putri Arjuna. Tentu saja,
Gatutkoco tak senang dengan kehadirannya. Mereka pun terlibat pertempuran. Arjuna kemudian
datang dan membawa pergi Gatutkoco.

Dalam perjalanan, Gatutkoco sudah dalam posisi terikat. Rencananya, ia akan dibunuh oleh para
Kurawa. Namun, datanglah para Punakawan dan membuat para Kurawa tunggang langgang dengan Aji
Palemunan.

Kedatangan Arjuna kemudian membuat para Punakawan ketakutan dan melarikan diri. Anak ketiga
dalam Pandawa itu mendekati sang keponakan, Gatutkoco. Di saat Arjuna telah siap untuk membunuh
Gatutkoco, tiba-tiba saja Bhimasena datang dan langsung menendang sang adik. Dengan penuh amarah,
Bhima pun kemudian mengejar Arjuna.