Pergiwo Edan

Bak dimabuk kepayang, Prabu Dewasrani tak bisa menampik jika ia sedang teramat kasmaran pada Dewi Pergiwa.

Bak dimabuk kepayang, Prabu Dewasrani tak bisa menampik jika ia sedang teramat kasmaran pada Dewi Pergiwa. Putra mahkota Kerajaan Tribuana itu kemudian memohon kepada sang ibunda, Bathari Durga, untuk membawa putri dari Arjuna tersebut ke Taman Nuswarukmi.

Sementara itu, isak tangis terdengar haru di Taman Pringgandani. Rupanya, kesedihan telah menyelimuti lubuk hati Dewi Pergiwa. Kala itu, ia sedang berduka atas kepergian sang suami yang tak diketahui keberadaannya. Namun, tak lama kemudian, Bhatari Durga tiba-tiba saja datang dan langsung menyatu ke tubuh Dewi Pergiwa. Hal tersebut menyebabkan sang dewi menjadi gila. Ia pun langsung pergi meninggalkan Taman Pringgandani.

Mengetahui hal tersebut, sang bibi, Dewi Arimbi kemudian melaporkan keadaan keponakannya itu kepada sang suami, Bhimasena. Atas saran dari Prabu Kresna, maka Abimanyu yang merupakan saudara beda ibu dengan Dewi Pergiwa, diutus untuk mencari Gatutkoco. Dalam perjalanannya, Abimanyu bertemu dengan raksasa sehingga pertempuran pun terjadi. Saat dalam posisi terdesak, tiba-tiba saja Gatutkoco datang menolongnya dan berhasil mengalahkan raksasa tersebut.

Abimanyu kemudian mengajaknya menuju Amarta. Mendengar kabar kepergian Dewi Pergiwa, membuat anak Bhimasena dan Dewi Arimbi ini kemudian turut serta pergi untuk mencarinya.

Di Taman Nuswarukmi, Bhatari Durga kemudian keluar dari tubuh Dewi Pergiwa. Hal tersebut lantas membuat sang dewi terkejut. Tak lama kemudian, datanglah Prabu Dewasrani. Sang prabu kemudian menyatakan ingin mempersunting sang saudara kembar dari Endang Pregiwati tersebut. Namun, Dewi Pergiwa menolaknya hingga terjadi kejar-mengejar antara mereka berdua. Beruntung, Gatutkoco segera datang menolong sepupu perempuannya itu. Prabu Dewasrani pun kalah ditangan Gatutkoco.