Bhimasena Jadi Raja

Kala itu, Kerajaan Astina telah terjajah oleh Patih Ontowasesa. Hal tersebut lantas membuat Patih Sengkuni memohon bantuan kepada para Pandawa.

Kala itu, Kerajaan Astina telah terjajah oleh Patih Ontowasesa. Hal tersebut lantas membuat Patih Sengkuni memohon bantuan kepada para Pandawa. Namun di sisi lain, Kerajaan Amarta sendiri juga tengah mengalami kebingungan karena Bhimasena telah pergi meninggalkan kerajaan tersebut.

Kedatangan Sengkuni ke Hastinapura untuk memohon bantuan kemudian disanggupi oleh Arjuna. Melalui Prabu Kresna, Pandawa Ketiga itu pun mengutus sanga anak, Abimanyu bersama dengan sang keponakan, Gatotkoco untuk memerangi Ontowasesa. Namun, keduanya dilarang untuk saling membantu jika salah satu dari mereka belum ada yang memohon bantuan. Hingga saat perang itu terjadi, Abimanyu yang kalah, akhirnya meminta bantuan pada Gatutkoco sehingga Patih Ontowasesa berhasil dikalahkan.

Sementara itu di Kerajaan Giling Wesi, Prabu Tuguwasesa kedatangan sang putra, Ontowasesa yang menceritakan kekalahannya. Tak terima, ia kemudian pergi menemui musuh yang telah mengalahkan putranya tersebut. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Prabu Kresna dan Sentana sehingga terjadi pertempuran.
Kalah dalam pertempuran tersebut, Prabu Kresna kemudian mengutus Gatutkoco untuk membawa sang ibunda, Dewi Arimbi pergi menemui Prabu Tuguwasesa. Setelah mendengar penjelasan dari Prabu Kresna, istri dari Bhimasena itupun akhirnya menyanggupi diri.

Dewi Arimbi pun akhirnya bertemu dengan Prabu Tuguwasesa. Tak disangka, sang prabu kemudian berubah wujud menjadi Bhimasena sang Werkudoro. Arimbi yang sempat kaget pun seketika menjadi sumringah kala melihat suami tercintanya. Sementara itu, Ontowasesa pun juga berubah wujud menjadi Ontosena, putra bungsu Bhimasena dari Werkudara. Semua pihak pun akhirnya bergembira dan kembali menuju kerajaan Amarta.