Gatutkoco Rabi Limbuk

Gatutkoco yang sedang sakit tengah ditemani oleh Bhima, Sentana, dan Limbuk. Setelah kesehatannya lumayang pulih, putera Bhimasena itu kemudian tersadar akan kehadiran Limbuk. Tak disangka, Gatutkoco malah meminta restu untuk menikahi Limbuk.

Suara jeritan terdengar kencang dari Kerajaan Harstinapura. Rupanya, Raden Lesmono yang tengah kasmaran, meminta untuk segera dikawinkan dengan Dewi Pergiwo, puteri Raden Arjuna dengan Dewi Manuhara. Saking digelimang asmara, bodohnya, sang putera mahkota itu sampai tak sadar saat dirinya justru malah menggendong Sengkuni kala ia sedang membayangkan dewi pujaannya itu. Alih-alih khawatir terhadap kondisi sang putera, Prabu Duryudono pun akhirnya mengutus Narpati Basukarno untuk melamar Limbuk, salah satu panakawan dari para permaisuri.

Sementara itu, Gatutkoco yang sedang sakit tengah ditemani oleh Bhima, Sentana, dan Limbuk. Setelah kesehatannya lumayang pulih, putera Bhimasena itu kemudian tersadar akan kehadiran Limbuk. Tak disangka, Gatutkoco malah meminta restu untuk menikahi Limbuk.
Namun, tiba-tiba saja Petruk datang dan secara tak sengaja mengetahui hal tersebut. Tak terima akan kehadiran Petruk, Gatutkoco pun marah dan mengahajar anak dari Semar itu. Bhima yang tak suka dengan tingkah anak lelakinya itu kemudian langsung memarahi dan mengahajar balik sang anak. Merasa tak adil, Gatutkoco pun akhirnya pergi.

Di tengah hutan, Limbuk dan Cangik yang sedang berjalan dicegat oleh Raden Lesmono yang kemudian memaksa Limbuk untuk menikah dengannya. Merasa dirinya terancam, dengan penuh ketakutan Limbuk pun berlari dan terjadilah saling mengejar di antara mereka. Melihat hal itu, Gatutkoco datang membantu dengan membuat Lesmono melarikan diri dan menjauh dari Limbuk.

Setelah Raden Lesmono pergi, Gatutkoco melihat ada bunga diatas kepala Limbuk. Diambilnya bunga itu. Saat itu pula Limbuk berubah menjadi Pergiwo sedangkan Cangik berubah menjadi Pergiwati.