Surya Ndadari Cahya Ndadari

Resi Durna tengah bertapa untuk memohon berkah kepada dewata. Namun, Dewi Wilutama kemudian datang menghampiri. Konsentrasi putera mahkota Kerajaan Hargajembangan itu buyar. Mereka berdua malah memadu kasih dan pergi ke khayangan.

Resi Durna tengah bertapa untuk memohon berkah kepada dewata. Namun, Dewi Wilutama kemudian datang menghampiri. Konsentrasi putera mahkota Kerajaan Hargajembangan itu buyar. Mereka berdua malah memadu kasih dan pergi ke khayangan. Aswatama, putera kesayangan Durna, yang cemas tengah kemudian pergi menyusul ke khayangan untuk mencari sang ayah.

Sementara itu di tempat yang berbeda, Lurah Semar rupanya sedang sakit. Ia pun dijaga oleh Prabu Kresna dan para Pandawa. Tak lama kemudian, datanglah Gatutkoco dan Abimanyu yang mengutarakan mandat dari Eyang Abhiyasa. Dari hasil obrolan tersebut, Semar kemudian memanggil Dewa pencabut nyawa, Yamadipati, untuk membawanya ke khayangan.

Semuanya pun terkejut akan keputusan Semar. Bersamaan dengan itu, datanglah Gareng dan kedua adiknya. Mereka berdua pun kemudian menyusul Semar ke khayangan.

Di khayangan, Durna pun bertemu dengan Semar. Sayangnya, putera dari Resi Baratmadya itu rupanya iri dengan sang punakawan dan Prabu Kresna. Tak terima, sbelum mendapat penjelasan, Semar pun malah terlibat perdebatan hebat yang menyebabkan perkelahian dengan Resi Durna. Hal itu pun kemudian menyebabkan Semar, Durna, Petruk, dan Aswatama terperosok masuk ke dalam kawah.

Ketika berhasil keluar dari kawah, Durna dan Aswatama kemudian berubah wujud menjadi tampan rupawan. Saat itu Durna bernama Suryo Ndadari dan Aswatama bernama Bambang Pengaris-aris. Mereka pun kemudian pergi mencari para Pandawa.

Rupanya, tak hanya Durna dan Aswatama, Semar dan Petruk pun berubah wujud dan berubah nama menjadi Cahya Ndadari dan Bambang Menangan. Lekas tersadar, mereka berdua pun segera mengejar sang Suryo Ndadari.
Suryo Ndadari kemudian bertemu dengan para Pandawa dan terjadilah peperangan yang menyebabkan lima anak pandu tersebut kalah. Tak ingin kecewa terlalu lama, kekalahan tersebut membawa Pandawa bertemu dengan Cahyo Ndadari untuk meminta pertolongan.

Setelah itu, pergilah mereka kembali menemui Suryo Ndadari. Pertempuran pun terjadi kembali. Saat itulah semua berubah menjadi wujud asalnya, yaitu Semar, Durna, Aswatama, dan Petruk.