Srikandi Dadi Ratu

Prabu Erangbaya merasa khawatir akan rusaknya keadaan negara. Maka Prabu Erangbaya mengutus Jalasengoro untuk mengantarkan surat kepada Prabu Puntadewa. Ia meminta agar Dewi Drupadi berada di negaranya.

Prabu Erangbaya merasa khawatir akan rusaknya keadaan negara. Maka Prabu Erangbaya mengutus Jalasengoro untuk mengantarkan surat kepada Prabu Puntadewa. Ia meminta agar Dewi Drupadi berada di negaranya.

Prabu Puntadewa menerima kedatangan Jalasengoro bersama suratnya. Setelah dibaca lalu Jalasengoro diajak menuju ke taman. Di taman itu diserahkan Dewi Drupadi kepada Jalasengoro. Mereka berdua pun pergi. Datanglah Bhima bersama para putranya. Mendengar kabar Jalasengoro pergi membawa Drupadi, mereka lalu mnegejarnya.
Di jalan, Dewi Sembadra dan Abhimanyu bertemu dengan Jalasengoro yang ingin membawa Sembadra. Hal ini tentu dihalangi oleh Abhimanyu. Kemudian, terjadilah pertempuran yang menyebabkan Abhimanyu tewas di tangan Jalasengoro.

Tak lama kemudian, tiba Sinomparijatho untuk menyembuhkan Abhimanyu. Datang pula Prabu Kresna, Bhima, dan Putra Pandawa. Saat itu, terjadi lah pertempuran kembali. Namun, Sinomparijatho kemudian berubah menjadi Arjuna. Prabu Kresna kemudian menjelaskan permasalahan yang ada. Lalu, Bhima bersama Arjuna berangkat menuju Kerajaan Rujimalawa.

Prabu Erangbaya pun marah karena merasa telah ditantang oleh para Pandawa. Pertempuran yang tak bisa dikhelakkan pun terjadi. Bhima dan para Pandawa mengalami kekalahan. Datang Prabu Kresna menjelaskan kepada Arjuna. Ia pun mengutus Antasena untuk membawa Jalasengoro. Lalu Prabu Erangbaya bertemu dengan Arjuna, dan ia pun berubah wujud menjadi Srikandi didepan Arjuna. Sedangkan Jalasengoro berubah menjadi Gatutkoco.