Gondomono Luweng

Prabu Kala Trembaka marah kepada Prabu Pandu yang tidak menerima keinginannya untuk bermitra. Sebab, Prabu Pandu berharap Kerajaan Pringgandani menjadi jajahan Astina. Ia pun mengutus Kala Arimba menuju Astina.

Prabu Kala Trembaka marah kepada Prabu Pandu yang tidak menerima keinginannya untuk bermitra. Sebab, Prabu Pandu berharap Kerajaan Pringgandani menjadi jajahan Astina. Ia pun mengutus Kala Arimba menuju Astina.

Di tengah perjalanan Kala Arimba bertemu Gandamana. Keduanya lalu bertempur. Kala Arimba pun akhirnya mengalami kekalahan dan melarikan diri.
Dalam pelariannya, Kala Arimba bertemu dengan Harya Suman, yang menyarankan agar ia membuat lubang (luweng) untuk menjebak Gandamana. Tak lama kemudian, Gandamana tiba dan pertempuran kembali terjadi. Namun, Gandamana berhasil dijebak masuk ke dalam lubang. Lubang itu lalu ditutup bebatuan dan semua pergi meninggalkan Gandamana.

Sayangnya, tak butuh waktu lama bagi Gandamana untuk menyingkirkan bebatuan yang menutupi lubang jebakan itu. Sebab, ia telah mengetahui bahwa itu adalah siasat yang diajarkan oleh Harya Suman. Gandamana kemudian melanjutkan langkahnya ke Kerajaan Astina.

Sementara itu, Prabu Pandu yang tengah berduka akibat kabar meninggalnya Gandamana, membuatnya mengangkat Harya Suman sebagai patih kerajaan. Namun secara mengejutkan, datanglah Gandamana. Tanpa banyak cakap, ia segera menyeret Harya Suman keluar dan dihajar habis-habisan. Sampai tak disangka, Prabu kala Trembaka pun juga datang untuk mengajak perang tanding.