Kunti Ibu Sejati

Sepeninggal Prabu Puntadewa, Dewi Kunti sendirian mengasuh kelima anaknya, para Pandawa, dari kecil hingga beranjak remaja. Selama mengasuh, ia banyak menghadapi kendala dari para Kurawa yang dipimpin oleh Patih Sengkuni.

Sepeninggal Prabu Puntadewa, Dewi Kunti sendirian mengasuh kelima anaknya, para Pandawa, dari kecil hingga beranjak remaja. Selama mengasuh, ia banyak menghadapi kendala dari para Kurawa yang dipimpin oleh Patih Sengkuni. Sebab, mereka tak sudi akan keberadaan Pandawa.

Setelah semua Pandawa beranjak dewasa, Prabu Destarastra ingin mengembalikan Kerajaan Astina. Namun akibat hasutan dari istrinya, Dewi Gendari dan sang Patih Sengkuni, keputusan itu justru ditangguhkan. Tak cukup sampai di situ, di malam hari saat para Pandawa dan Dewi Kunti terlelap, padepokan mereka dibakar. Hal ini membuat mereka panik. Ditengah kebingungan itu, Garangan Patih datang menyelamatkan Dewi Kunti dan para Pandawa. Kala itu, Ia lalu menjodohkan Bhima dengan Dewi Nogo Gini.

Pelarian mereka dilanjutkan. Hal ini membuat Nakula dan Sadewa merasa lelah. Mereka pun memutuskan untuk beristirahat di salah satu rumah di Desa Mantilan. Sang pemilik rumah tersebut mengatakan bahwa desanya harus mempersembahkan korban untuk upacara Asok Bulu Bekti ke Kerajaan Ekacakra. Bhima pun sanggup menjadi korban persembahan.

Kemudian, bertemulah Bhima dengan sang raja. Pertempuran tak dapat dihindari. Bhima akhirnya mampu mengalahkan Raja Ekacakra