Ontorejo Takon Bopo

Sang Hyang Naga Baruno merasa bingung karena Antareja cucunya, putra dari Dewi Urang Ayu, menanyakan ayahandanya. Antareja terus mendesak hingga akhirnya diberitahukan bila Sang Ayah berwujud tinggi besar, memiliki kumis serta jenggot tebal. Setelah mendapatkan keterangan tersebut dari Ibunda serta kakeknya, Antareja pergi mencari Ayahandanya.

Sang Hyang Naga Baruno merasa bingung karena Antareja cucunya, putra dari Dewi Urang Ayu, menanyakan ayahandanya. Antareja terus mendesak hingga akhirnya diberitahukan bila Sang Ayah berwujud tinggi besar, memiliki kumis serta jenggot tebal. Setelah mendapatkan keterangan tersebut dari Ibunda serta kakeknya, Antareja pergi mencari Ayahandanya.

Ditengah perjalanan, Antareja bertemu dengan Patih Hastina bernama Sangkuni serta para Kurawa. Dengan kelicikannya, Patih Sangkuni menipu Antareja untuk membunuh para Pandawa, dan akan diaku anak oleh Dursasana.

Di kerajaan Amarta, semua tengah berkumpul untuk mendengarkan wejangan Prabu Puntadewa. Kedatangan Antareja membawa bencana, para Pandawa dan seisi kerajaan mati dibunuh Antareja.

Datanglah Prabu Kresna serta Gatutkaca. Prabu Puntadewa dihidupkan kembali. Setelah diceritakan apa yang terjadi, Gatutkaca pergi mencari Antareja. Ketika keduanya bersua, pertarungan tidak terhindarkan.

Gatutkaca dibantu oleh Sang Ibu, Dewi Arimbi dan Antareja dibantu oleh Sang Ibu, Dewi Urang Ayu. Ketika pertarungan dalam kondisi genting, datanglah Prabu Kresna dan para Pandawa. Prabu Kresna melerai pertarungan dan menceritakan kepada Antareja hingga ia mengetahui bila Bhimasena adalah Ayahandanya.