Wahyu Makuto Romo

Prabu Suyudono bermimpi mendapatkan petunjuk jika Dewa akan menurunkan Wahyu Makutarama yang dapat menurunkan raja-raja penerus. Prabu Suyudana berharap putranya, Lesmono, mendapatkan wahyu tersebut.

Prabu Suyudono bermimpi mendapatkan petunjuk jika Dewa akan menurunkan Wahyu Makutarama yang dapat menurunkan raja-raja penerus. Prabu Suyudana berharap putranya, Lesmono, mendapatkan wahyu tersebut, sehingga mengutus Patih Sengkuni untuk mendatangkan Adipati Karna untuk mencarinya.

Raden Hanoman tengah menjaga junjungannya, didatangi Adipati Karna dan Kurawa yang ingin bertemu dengan Begawan Kesawasidi, namun dicegah oleh Hanoman hingga terjadi pertempuran.

Dewi Sembrada dan Srikandi merasa waswas atas kepergian Prabu Kresna dan Sang Suami, Arjuna. Mereka memohon petunjuk kepada Dewata, datanglah Bhatara Nrada yang membawa keduanya pergi.

Arjuna yang tengah bertapa, kedatangan Begawan Kesawasisi hingga menyerahkan Wahyu Makutarama. Datang Sintiwaka dan Kandihawa yang ingin meminta sirnanya Kesawasidi. Hal tersebut membuat Arjuna marah sehingga terjadi pertempuran.

Arjuna kalah, kemudian datang Kesawasidi yang kemudian juga kalah dalam pertempuran tersebut. Kesawasidi kemudian berubah wujud menjadi Prabu Kresna. Kemudian datang Sintiwaka dan Kandihawa dan Arjuna menggunakan aji gendam hingga keduanya berubah menjadi Sembrada dan Srikandi.