Duryudono Gugur

Perang Bharata Yudha telah berlangsung selama 18 hari. Banyak sudah senopati dan kurawa beserta prajurit-prajurit mereka yang gugur di medan Tegal Kuru Setra.

Perang Bharata Yudha telah berlangsung selama 18 hari. Banyak sudah senopati dan kurawa beserta prajurit-prajurit mereka yang gugur di medan Tegal Kuru Setra. Tinggal Prabu Suyudana (Duryudono) saja yang masih hidup.

Prabu Baladewa pun menemui Prabu Suyudana untuk menyelesaikan perang Bharata Yudha. Namun, Prabu Suyudana mempunyai persyaratan: ia harus bertarung melawan Bhimasena. Siapa pun yang unggul dalam pertempuran itu berhak memiliki Kerajaan Hastinapura.

Pertarungan antara Prabu Suyudana dan Bhimasena sangat mencekam. Berkali-kali Prabu Suyudana terkena gada Rujak Polo, namun ia sangat kuat. Bhimasena pun kewalahan.

Prabu Kresna membuat siasat guna mengetahui kelemahan Prabu Suyudana. Ia mengutus Harjuna untuk menemui Dewi Banowati, permaisuri Prabu Suyudana, guna mengetahui kelemahan suaminya.

Dewi Banowati bercerita bahwa sewaktu Prabu Suyudana mendapat ilmu dari ibunya, Dewi Gendari, ia harus memenuhi persyaratan dengan menanggalkan busananya. Sewaktu ilmu sedang dipindahkan ke dalam dirinya, sebuah daun jatuh di paha Prabu Suyudana. Di situlah letak kelemahan Prabu Suyudana.

Setelah Bhimasena mengetahui kelemahan Prabu Suyudana dari Harjuna, ia pun menghatamkan gada Rujak Polo ke paha Prabu Suyudana. Seketika gugurlah pemimpin para Kurawa yang memiliki sifat iri, dengki, dan serakah itu.